Tampilkan postingan dengan label Serial Silat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serial Silat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2011

Serial Silat: 7 Musuh Terkuat Dunia Persilatan versi Jin Yong

Setelah asyik menyelami dunia wayang, tiba-tiba saja saya melihat buku cerita silat "Legenda Pendekar Rajawali", Sia Tiauw Eng Hiong yang teronggok tak terjamah di pinggiran kardus tempat menaruh komik dan novel yang sudah lama tidak pernah saya baca. Iseng-iseng pas membukanya, jadi terpikiran untuk memposting kisah Tokoh Antagonis dari beberapa Serial Silat karya Jin Yong (Chin Yung).




Lima Pendekar Terhebat: Racun Barat, Kaisar Selatan, Raja Tengah, Pengemis Utara dan Sesat Timur


Dalam Dunia persilatan ada tokoh Antagonis atau yang disebut sebagai Jagoan seperti Kwee Ceng, Yo Ko, Lenghou Tiong maupun Thio Bu-Ki. Namun dimana ada yang baik, begitu juga pasti ada tokoh yang Jahat atau Antagonis. Berikut ini adalah beberapa tokoh Antagonis dalam serial Silat karya Jin Yong (Chin Yung)


* * *



1. Auw Yang Hong (欧阳锋)

Mendapat julukan sebagai "Racun Barat", adalah salah satu tokoh antagonis rekaan Jin Yong yang paling populer. Kisahnya terdapat dalam serial Legenda Pendekar Pemanah Rajawali dan Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali serta banyak disebut dalam serial silat lanjutannya. Auw Yang Hong diceritakan sebagai seorang musuh yang tangguh dan juga terkenal akan kelicikan serta kehebatannya dalam mengolah Racun. Ialah yang membuat Ketua Parta Pengemis, Ang Cit Kong kehilangan seluruh kekuatannya karena terkena pukulan yang berbisa darinya.

Ia juga adalah musuh abadi Ang Cit Kong, dari masa muda hingga akhir hayat mereka berdua selalu terlibat perseteruan seru. Hingga akhirnya dalam serial Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali, diceritakan bahwa mereka bertarung mati-matian sampai tersadar bahwa mereka selain musuh juga adalah teman sejati.

Ilmu yang paling berbahaya adalah Kap Mo Kang, yaitu jurus Kodok yang sangat ditakuti oleh kalangan rimba persilatan. Dan hanya dapat dimunahkan melalui jurus It Yang-Ci dari Ong Tiong Yang. Kemudian ada ilmu tongkat yang juga sangat hebat, karena diujung tongkat besi berkepala tengkorak itu terdapat dua ular paling berbisa yang jika terkena gigitannya akan membuat musuhnya menjadi lumpuh.

Ia mengangkat Yo Ko sebagai anaknya, setelah pikirannya terganggu akibat ulah Oey Yong saat adu pedang di gunung Hoa Shan. Anaknya sendiri (yaitu hasil hubungan gelap dengan kakak iparnya), Auwyang Kongcu tewas secara mengenaskan dibunuh Ayah kandung Yo Ko.


* * *

2. Gak Put Kun (岳不群)

Dikenal sebagai seorang Kuncu Kiam atau Pendekar Pedang yang terhormat. Ia adalah ketua dari Hoasan Pay/ partai Gunung Hoasan. Salah satu dari lima partai pedang terkemuka dalam serial Pendekar Hina Kelana. Ia juga merupakan Guru dari Lenghou Tiong, atau banyak orang menyebutnya Lingwu Chong. Mungkin (menurut saya pribadi) Gak Put Kun pantas disebut sebagai Pendekar paling licik dan pengecut yang diciptakan oleh Jin Yong.

Karena sebagai seorang Ciangbunjin (Ketua Partai), kelakuannya sangat bertolak belakang dengan apa yang dijuluki oleh orang-orang dunia persilatan. Dengan tega ia membiarkan istrinya bunuh diri hanya karena suatu kitab ilmu pedang. Dan karena kitab itu pula, ia rela mengorbankan kejantanannya menjadi seorang laki-laki dengan prilaku seperti wanita untuk di kebiri. Pada awalnya ia dikisahkan sebagai seorang Guru yang sangat baik dan disegani oleh kalangan rimba persilatan, namun karena ambisinya untuk menduduki ketua Ngo-Gak-Pay (perserikatan partai pedang dari lima gunung utama di Cina). Hingga ia menjadi seorang yang sangat licik, bahkan dengan sadis membutakan mata Co Leng-Tan, ketua Ko-san Pay yang juga sangat berambisi untuk menjadi ketua Ngo-Gak-Pay.

* * *

3. Seng Kun ( 成昆 )

Sang Pembuat Goro-goro, dalam serial Kisah Membunuh Naga/ Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga. Ialah yang berperan menyulut keonaran di dunia persilatan dengan banyak membunuh tokoh-tokoh sakti dari berbagai partai dan dilimpahkan kepada muridnya yaitu Cia Sun, Ayah angkat Thio Bu-Ki sekaligus salah satu Tetua dalam aliran Beng-Kauw (Agama Terang, yang ada pada saat dinasti Yuan dan Ming dan berasal dari Persia/ timur tengah).

Seng Kun sangat membenci Beng-Kauw, karena disebabkan perteruannya dengan Ketua agama tersebut yaitu Yo Kauwcu, untuk memperebutkan seorang wanita. Hingga saking sakit hatinya kepada Beng-Kauw, ia tega memperkosa istri dari Cia Sun dan membantai habis seluruh keluarganya. Hingga terbitlah perang besar antara 6 aliran partai putih (Siauw Lim, Bu Tong, Go Bi, Kun Lun, Khong Thong, dan Hoasan pay) melawan Beng Kauw. Dalam pertempuran itu, ia menyamar menjadi salah satu anggota biksu Siaulim yang banyak membunuh anggota Bengkauw.

Akhirnya di akhir cerita ia dibutakan matanya oleh Cia Sun, sekaligus dihukum dalam biara Siaulim akibat merencanakan hendak membunuh ketua Siaulim, Kong-Bun Taysu.

* * *

4. Tonghong Put-Pay (东方不败)

Salah satu karakter unik yang diciptakan oleh Jin Yong. Penampilannya dalam serial Pendekar Hina Kelana hanya sekilas, namun dapat memberikan warna tersendiri. Dikisahkan bahwa Tonghong Put-Pay adalah seorang pria yang mengebiri, demi menguasai suatu ilmu pedang yang maha dahsyat. Ia juga adalah ketua dari Mo-Kauw, yang diperoleh dari mengkudeta ketua sebelumnya sekaligus memenjarakan.

Ia sangat hebat, karena meskipun digempur oleh tiga Pendekar terkuat pada zaman itu (Lenghou Tiong, Yim Ngo-Heng, dan Hian Bun-Thian) tetapi sama sekali tidak terdesak. Malahan hampir saja membunuh mereka kalau tidak ada siasat dari Yim Ing, kekasih Lenghou Tiong sekaligus putri Yim Ngo-Heng.

Namun pada akhirnya ia tewas dengan tubuh tertusuk pedang yang menembus punggungnya oleh Ying Ngo-Heng, ketua Mo-Kauw dan Mentor sekaligus guru angkatnya.


* * *

5. Sing Siok Lo-Koay (丁春秋)

Seorang tokoh antagonis yang diceritakan sebagai pendekar maha jahat, karena telah berlaku kejam dan sadis dengan hendak membunuh gurunya serta mengancam adik seperguruan dalam partai Siau-Yau Pay. Seperti Auyang Hong, ia adalah seorang ahli menggunakan racun, bahkan kemampuannya dalam mengolah racun sangat ditakuti oleh berbagai pendekar rimba persilatan, baik yang hitam maupun putih.

Ia berasal dari tenggara negeri Cina, berbeda dengan gurunya yang menetap di pegunungan Thianshan. Dalam kisahnya disebutkan bahwa ia adalah seorang kakek yang terlihat muda dan seperti malaikat. Kalangan rimba persilatan menyebutnya Sing-siok Lo Koay (Iblis tua dari daerah Singsiok), sedangkan bagi murid-muridnya dijuluki Sing-siok Lo Sian (Pendekar Malaikat dari Singsiok).

Tangannya sungguh telengas dan tanpa ampun, bahkan murid-muridnya sama sekali tidak berharga dihapannya. Ketika ia dengan kejam membutakan seorang murid wanita yang berusia 14 tahunan ketika terdesak dalam suatu pertempuran melawan Pendekar dari Koh Soh, Buyung Hok.

Ia juga mengacau di biara Siaulim, hingga membuat keonaran dengan melawan ribuan pendekar di tionggoan. Namun pada akhirnya ia kena batunya, karena dihukum oleh biksu siaulim yang bertugas sebagai tukang sapu.

* * *

6. Li Mo Chiu (李莫愁)

Seorang Pendekar Wanita yang dijuluki sebagai Biksu Tangan Beracun sekaligus pembunuh berdarah dingin. Digambarkan sebagai sosok wanita tanpa ampun dan dapat membunuh orang tanpa berkedip. Ia adalah Kakak seperguruan dari Siauw Liong-Li, istri dari Yo Ko. Setelah kematian Gurunya, ia malang melintang di dunia persilatan dengan membuat keonaran termasuk intrik dengan Coan Cin Pay.

Namun akhirnya ia kena batunya, ketika dipermainkan oleh Oey Yong, pendekar wanita terhebat pada zaman itu sekaligus istri dari Pendekar Besar, Kwee Ceng. Ia juga sangat jeri pada Oey Yok Su, tokoh legendaris berjuluk "Sesat Timur", sekaligus Ayah dari Oey Yong. Ia berbuat keonaran karena masalah patah hati akibat cintanya kandas, hingga berbuat semaunya kepada kalangan rimba persilatan.

Akhirnya ia tewas dalam lembah putus cinta, ketika hendak dikeroyok Yo Ko dan Kalangan Rimba persilatan yang sudah sangat membencinya. Namun ada suatu adegan dramatis, saat ia diancam hendak dibunuh Oey Yong. Dengan berbesar hati (mungkin karena sifat alami keIbuannya) ia rela menukar jiwanya sendiri demi menyelamatkan Kwee Siang, anak Oey Yong. Bahkan saking sayangnya pada bayi itu, ia tidak segan-segan untuk memberi susu.

* * *

7. Kim Lun Hoat-Ong (金轮国师)

Seorang pendekar yang berasal dari negeri Tibet sekaligus Penasehat Negara Mongol yang saat itu hendak menginvasi negeri Cina (Tionggoan). Ia mempunyai 5 senjata yang terbuat dari Roda, yaitu emas, perak, tembaga, timah dan besi. Kim Lun Hoat-Ong adalah musuh bebuyutan Yo Ko, dari awal kehadirannya hingga akhir kematiannya ia selalu bertempur dengan sang Pendekar Rajawali tersebtu. Meskipun di pertengahan cerita ia sempat menjadi kawan ketiak Pasukan Mongol hendak menyerang benteng Siangyang.

Dikisahkan bahwa ia adalah satu-satunya tokoh terkuat yang berasal dari tionggoan yang mempu mengimbangi Kwee Ceng. Dan bertarung imbang dengan Biksu It Teng Taysu serta Chiu Pek Thong (Bocah Tua Nakal). Namun sangat jeri dengan ilmu gaib dari Oey Yok Su.

Ia jugalah yang membunuh Kiu Cian-Jin, mantan Pangcu Tiat Ciang Pang (ketua Partai Tapak Besi).
Akhirnya ia tewas tertimpa tangga buatannya sendiri ketika bertarung dengan Yo Ko, saat hendak membakar Kwee Siang, meskipun dalam hatinya sangat menyayangi dan menginginkan Kwee Siang menjadi murid dan ahli warisnya.

* * *



* * * * * Choirul Huda * * * * *

___________________________________________________________________

Note: Sumber Tulisan serta Gambar Ilustrasi dalam postingan ini sangatlah banyak, karena saya mengambil beberapa dari Wikipedia, Blog, Forum, Komunitas, Milis dan berbagai sumber lainnya di Internet serta dokumentasi koleksi novel silat pribadi.
Tapi, yang bisa saya sebutkan hanya satu, yaitu GOOGLE. Karena dari sanalah saya dapat memposting artikel ini...
___________________________________________________________________








* * * Created By: http://roelly87.blogspot.com/ * * *

Kamis, 21 April 2011

Tujuh Pendekar Tangguh Dalam Dunia Persilatan


Ah, gara-gara ga bisa tidur mau nonton bola final Copa Del Rey, antara Real Madrid versus Barcelona. Jadi kepikiran tentang cerita silat, Mumpung masih jam 00:05 bola mainnya masih sekitar dua jam lagi, Saya iseng-iseng berselancar bertanya kepada Mbah Google. Saat itu saya tidak sengaja mengetik kata kunci Yo Ko, akhirnya ketemu deh ke deretan hasil yang banyak memuat tentang Sang Pendekar Tangan Buntung itu. Saya kunjungi satu persatu, mulai dari Kaskus, Detik Forum, dan Milis Yahoo untuk melihat artikel tentang Yo Ko (di Kompasiana tidak ada yang membahas ini, kenapa ya?)

Akhirnya, sembari membunuh waktu iseng-iseng saya menulis tentang Pendekar-pendekar tangguh di dunia persilatan, tapi hanya versi Chin Yung. Untuk ciptaan Liang Yu-Sheng dan Khu Lung, dan Kho Ping-Hoo akan saya tulis berikutnya.

Buku Terbitan Gramedia, Foto Koleksi Pribadi

* * *

1. Kwee Ceng 

Kwee Ceng adalah tokoh rekaan Chin Yung paling terkenal diantara tokoh-tokoh lainnya. Biasanya tokoh utama dalam serial silat digambarkan sebagai Pendekaar yang cerdas dan pintar, seperti Yo Ko, Lenghou Tiong maupun Wei Siao-Po. Tapi lain halnya dengan Kwee Ceng, ia bukanlah orang yang cerdas. Malah bisa dibilang sangat bodoh, dan kemampuannya dalam memahami sesuatu sangat lamban, berbeda dengan istrinya, Oey Yong yang memiliki kecerdasan luar biasa.

Tapi itu tidak menghalanginya untuk menjadi pendekar yang tangguh. Bahkan ia selalu berusaha sekuat mungkin dalam melakukan sesuatu. Ia pula yang akhirnya menjadi pahlawan dari Dinasti Song, dengan mati-matian mempertahankan Benteng Siangyang dari serangan Mongol.

Sudah begitu, ia adalah orang yang sangat loyal dalam membela Negara. Ketika ia ditawarkan oleh Jenghis Khan untuk menjadi Raja muda apabila bersedia menyerang Song. Dengan tegas ia menolaknya, yang mengakibatkan Ibunya bunuh diri. Padahal ia dilahirkan dalam di Negara Mongol dan mendapatkan gelar Jendral Penakluk Barat. Tapi demi cintanya pada tanah air, ia rela untuk tidak menyandang gelar atau pangkat apapun dari Jenghis Khan.

Ia mempunyai banyak Guru, yaitu:

-          Kanglam Chit Koay (Tujuh Pendekar Aneh dari kota Kanglam)
-          Jebe (Pendekar Ahli Memanah dari Negara Mongol)
-          Ma Giok (Murid Kepala dari Coan Cin Pay)
-          Ang Cit-Kong (Pengemis Utara)
-          Chiu Phek-Thong (Bocah tua nakal)


Ilmunya yang paling hebat dan terkenal adalah:

-          Hang Liong Sip Pat Ciang, diturunkan oleh Ang Cit-Kong. (ini adalah Jurus yang paling saya suka, sangat bertenanga dan Khas seorang Pendekar...
-          Kiu Im Cin Keng
-          Khong Beng-Kun, ilmu kepalan kedua tangan. Dipelajari dari Chiu Phek-Thong
Tah Kauw Pang-Hoat, Jurus Tongkat Pemukul Anjing...

Ia adalah contoh teladan dari seorang yang bodoh, tapi tidak pernah menyerah pada keadaan. Dan juga ia selalu belajar dari Pengalamannya, hingga akhirnya menjadi seorang Pendekar yang sangat dikagumi sepanjang sejarah.

Sudah begitu, loyalitasnya terhadap Negara tidak dapat diragukan lagi. Selama hidup, sebagian besar dihabiskan untuk mempertahankan benteng Siangyang dari serbuan Mongol. Dan ia tewas bunuh diri saat Mongol menyerbu secara besar-besaran.

Kisahnya, bersambung dalam "Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga" 

* * *

Oey Yok Su - meniup seruling


2. Oey Yok Su

Dijuluki sebagai Sesat Timur, dan merupakan pendekar paling cerdas di zamannya melebihi pendekar lainnya. Bersama dengan Auw Yang Hong, Ang Cit Kong, It Teng,dan Ong Tiong-Yang, mereka bahu membahu memperebutkan kitab Kiu Im Cin Keng sekaligus gelar pendekar terhebat di dunia.

Meskipun ia kalah, dan yang memenangkannya adalah Ong Tiong Yang. Tetapi itu bukanlah kekalahan yang telak, karena usia mereka terpaut jauh, hampir dua kali lipat (menurut versi novel). Lagipula Ong Tiong Yang sangat mengagumi kecerdasannya, (seperti diceritakan dalam (Rajawali Sakti dan Pasangan Pendekar).

Ia juga seorang yang sangat aneh, dan tidak menyukai aturan-aturan dan norma adat yang berlaku pada masa itu. apa yang orang lain lakukan ia sangat membencinya, tetapi apa yang orang lain anggap tabu, ia malah menyukainya. Ia menyendiri dalam suatu pulau diseberang lautan, yang disebut pulau persik.

Jurus-jurusnya yang hebat dan terkenal antara lain adalah Tan Ci Sin Tiong, atau Jurus Jentikkan Jari Sakti adalah salah satu jurus terhebat dalam dunia persilatan. Setara dengan Kap Mo Kang dari Auw Yang-Hong, It Yang Ci dari It Teng, Hang Liong Sip Pat Ciang dari Ang Cit Kong dan Ilmu dari pendiri Coan Cin, Ong Tiong-Yang.

Dalam episode terakhir Rajawali Sakti dan Pasangan Pendekar, Oey Yok Su turut serta untuk membantu menyelamatkan dinasti Song dengan formasi 28 bintang.

Saya pribadi sangat mengagumi karakter Oey Yok Su, dapat dilihat dalam Tulisan ini.



Tokoh-tokoh dalam film LOTCH

* * *

Bersambung...

* * * * Choirul Huda * * * *
__________________________________________________________________

Tulisan ini mengingatkanku pada kenangan saat-saat terindah dahulu, bersama...

Foto: Google Images, Wikipedia/en
__________________________________________________________________

Tulisan Terkait:


- Kwee Ceng, Yo Ko, dan Lenghou Tiong: Siapa Yang Lebih Populer?

- Chin Yung, Tokoh Penulis Novel Silat Terbesar Abad ini











* * * By: roelly87.blogspot.com * * *

Yo Ko: Pendekar Tangguh Yang Melankolis


Dalam cerita silat Mandarin, siapa yang tak kenal dengan Yo Ko?

Ia adalah salah satu tokoh silat ciptaan Chin Yung yang sangat terkenal di seluruh dunia. Bersama dengan tokoh utama lainnya Kwee Ceng, Lenghou Tiong, Thio Bu-ki, Wei Siao-po dan Siau Hong.

Yang membedakan antara Yo Ko dan pendekar silat lainnya adalah karena Kejeniusan, Kecerdikan serta akalnya yang sangat Licik. Mungkin diantara tokoh silat ciptaan Chin Yung lainnya, yang sanggup mengimbangi  kepintarannya adalah Oey Yong, istri dari Kwee Ceng sekaligus anak Sesat Timur Oey Yok Su.

Salah satu Adegan Yo Ko dengan Bibi Lung...


Padahal kalau ditilik dari riwayat hidupnya, sungguh tragis sekali. Semenjak kecil, ditinggal oleh kedua orang tua. Ayahnya, Yo Kang tewas akibat ulahnya sendiri ditangan “Racun Barat” Auw Yang-Hong. Sedangkan Ibunya, meninggal digigit ular berbisa saat Ia berumur 5 tahun. Kemudian ia sering diolok-olok 2 bersaudara Bu dan Kwee Siang. Dibuntungi sebelah tangannya oleh Kwee Siang, Dan yang terparah lagi adalah harus berpisah dengan Istri sekaligus Gurunya, Siauw Liong-lie selama 16 tahun lamanya…

Tetapi itulah yang membuat kisah tentangnya sangat menarik dan diminati hampir semua kalangan, baik itu rakyat jelata maupun pejabat. Yo Ko tidak pernah putus asa dalam menghadapi masalah, dan ia kalau sudah melakukan sesuatu tidak pernah tanggung-tanggung.

Seperti saat ia meninggalkan perguruan Coan Cin untuk masuk dalam perguruan Kuburan Kuno. Padahal pada zamannya, Perguruan Coan Cin atau Coan Cin Pay sangat terkenal dalam kalangan rimba persilatan. Dan pendirinya adalah Ong Tiong-Yang, tokoh terhebat yang mengalahkan empat Pendekar tangguh lainnya dalam Hoasan Lun-Kiam (Adu Pedang di Gunung Hoa*). Ia pun ikut bahu membahu membela negaranya dari Invasi Mongol ketika benteng Siangyang hendak digempur pasukan musuh. Bahkan ia akhirnya dapat membunuh Mongke Khan, Kaisar Mongol saat itu dengan ilmu menjentikkan jari…

Namun ada suatu misteri yang menyelimuti kalangan penggemar silat, yaitu tentang keberadaan Yo Ko disaat pasukan Mongol berhasil menyerbu benteng Siangyang. Saat itu dikabarkan, Kwee Ceng dan Oey Yong beserta Pendekar lainnya tewas saat menyelamatkan benteng (kecuali Kwee Siang*). Tetapi tidak diketemukan kabar tentang Yo Ko dan Siauw Liong-Lie. Dan menurut beberapa versi, diketahui bahwa sejak pertemuan terakhir di gunung Hoa, Yo Ko telah menutup diri dari yang namanya kehidupan dunia. Bersama Siauw Liong-Lie mungkin ia telah pergi menyendiri ke suatu tempat yang sepi untuk tidak lagi berkecimpung dalam dunia persilatan.

Dan itulah yang membuat perbedaan sifat antara Yo Ko dan lainnya.

Memang dalam penyerbuan benteng Siangyang ia ikut serta bahu membahu menyelamatkan kota dari serangan Mongol. Tapi itu bukan timbul karena jiwa nasionalisme darinya, melainkan berkat perasaan senang akibat pertemuan dengan Siauw Liong-Lie. Dan juga karena ia ingin membalaskan dendam kepada Kim Lun Hoa-Ong yang telah menyandera Kwee Siang.

Serta sewaktu muda, sifatnya yang sering berubah mengikuti emosi juga hampir menjerumuskan dia kedalam pasukan Mongol untuk menyerang negaranya sendiri. Karena dibayangi perasaan dendam akibat kematian Ayahnya oleh Kwee Ceng…

* * *

Meskipun begitu, Yo Ko tetaplah salah satu pendekar yang sangat dikagumi oleh lawan maupun kawan. Bahkan dalam salah satu kisah, digambarkan kalau Kubilai Khan sangat mengharapkan Yo Ko dapat bergabung dengan pasukannya untuk mengalahkan Dinasti Song.

Ia pun satu-satunya pendekar yang dapat menguasai lima aliran silat terhebat saat itu, yang kemudian dileburkan menjadi satu jurus tangguh hasil ciptaanya sendiri.

Dan di akhir cerita, dikisahkan bahwa ia menjadi salah satu Pendekar terhebat dalam dunia persilatan menggantikan Ayah angkatnya, Auw Yang-Hong, dengan gelar “Si Binal dari Barat”

* * *

Bersambung...

* * * * Choirul Huda * * * *
__________________________________________________________________

Tulisan ini mengingatkanku pada kenangan saat-saat terindah dahulu, bersama...

Foto: Google Images (Diperankan oleh Andy Lau dan Idy Chan, 1983)
__________________________________________________________________

Tulisan Terkait:


- Kisah Cinta Abadi antara Yo Ko - Siauw Liong Lie: (Penantian  Selama 18 Tahun)

- Yo Ko atau Lenghou Tiong, Pewaris Utama Pendekar Pedang Tanpa Tanding "Tokko Kiu Pai"?











* * * By: roelly87.blogspot.com * * *

Sabtu, 05 Maret 2011

Menulis (Fiksi) bagi saya itu, ibarat melihat Lukisan karya Van Gogh dan Seniman lainnya…

Menulis bagi saya adalah Hobi, tidak perduli bagus atau jeleknya tulisan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengapresiasikan hasil tulisan tersebut. Atau kritik pedas dan komentar negatif dari yang membaca hasil tulisan saya, toh itu untuk membangkitkan semangat saya dalam menulis, agar memperbaiki tulisan di kemudian hari…

Juga saya tidak begitu membedakan antara harus menulis fiksi atau menulis berita atau menulis kisah pengalaman. Bagi saya, sama saja. Titik.

* * *

Menulis bagi saya seperti melukis, inspirasi mengalir apa adanya tanpa dibatasi serta disekat yang namanya konsep.

Ibarat Vincent Van Gogh yang melukis “Bunga-bunga Iris” saat Ia masih di Rumah Sakit Jiwa sebelum ia meninggal. Juga ketika ia membuat lukisan menjiwai, melukis langsung saat para petani sedang memakan kentang dengan lahapnya, “The Potato Eaters”.

12992527032142918202
lukisan asli beberapa petani yang sedang memakan kentang

Menulis bagi saya seperti meraungkan gitar dengan sesekali memetik tali-tali senar hingga putus, demi mempersiapkan suatu lagu.

Sama juga saat Kurt Cobain menulis lirik “Rape Me”, salah satu lagu yang kontroversial dari Nirvana. Atau juga ketika Kurt Cobain hendak meledakkan kepalanya dengan senapan, ia menulis sebait puisi dalam suratnya yang berbunyi “lebih baik padam, daripada pudar…

Menulis bagi saya seperti juga gocekan Del Piero saat ia meliuk-liuk membelah barisan pertahanan lawan, sebelum melepaskan satu serangan terakhir… dan Gol! Atau juga saat Ia mengukur arah mata angin dan jarak yang tepat dari si kulit bundar dengan posisi kiper yang salah langkah, hingga berbuah hasil akhir yang mempengaruhi pertandingan.

Menulis bagi saya seperti juga Rayuan maut Arjuna kepada Dewi Srikandi, seorang tokoh Ksatria Wanita dari Kisah Mahabharata. Padahal Arjuna telah mempunyai Dewi Sumbadra, tokoh wanita tercantik didunia, tetapi ia masih saja memperistri Srikandi yang terkenal keras kepala serta menjadi satu-satunya tokoh wanita yang ikut berperang di medan Kurusetra.

Menulis bagi saya seperti juga kecerdasan dan kehebatan Oey Yok Su, tokoh silat yang dijuluki sebagai “Sesat Timur”. Pendekar silat karya Novelis terkenal Jin Yong. Oey Yok Su terkenal akan kepintarannya dalam berpikir yang terbalik dan mempunyai ilmu yang sangat ditakuti dalam rimba persilatan karena sifatnya yang nyeleneh dan tidak suka mengikuti aturan. Tapi ia ikut turut menyelamatkan Benteng Kota Siangyang dari Invasi Bangsa Mongol.

Menulis itu bagi saya seperti juga melihat kegigihan serta kontroversi dari Pak Pramoedya Ananta Tour, tokoh yang sangat saya kagumi karena meskipun berada di pengasingan Pulau Buru, tetapi masih sempat untuk menelurkan karya-karya terbaiknya, seperti Manusia Bumi. Bagi saya pribadi, beliau adalah salah satu Penulis Fiksi terbaik yang ada di Kolong Langit…

12992542851209530104
menulis fiksi itu idenya dari mana saja, bisa dari rumah, jalanan atau toilet…

* * *

Itu hanya sepenggal kiasan atas kekaguman saya terhadap beberapa tokoh terkenal diatas. Karena Inspirasi dari menulis itu mengalir apa adanya tanpa dibatasi serta disekat yang namanya konsep. Sebab, pemikiran itu terkadang bisa datang kapan saja, entah dirumah, dijalanan, dikantor bahkan ketika kita berada di Toilet…!

…datang bagaikan mengalirnya air
pergi laksanan siliran angin
entah darimana asalnya
entah dimana tujuannya…

_____________________________________________________________
Sumber Foto : Wikipedia dan 
Sumber Tulisan : Wikipedia dan Majalah Rolling Stone Indonesia
Sumber Puisi : Penggalan Novel, "Kisah Membunuh Naga"
Sumber Artikel ini : kompasiana.com/roelly87
_____________________________________________________________
_____________________________________________________________

Senin, 28 Februari 2011

Memetik Pelajaran dari Cerita Silat “Tujuh Pendekar Pedang dari Gunung Thianshan”

12981282441240572801
Novel Silat "Thian San Tjhit Kiam"


Tiba-tiba Lu Soe Nio menuding kedinding saldju. 
Siauw Lan dan Phang Eng
mengawasi dan ternjata diatas sebuah batu terukir empat huruf besar:

Djin-thian-tjoat-kay (Perbatasan antara manusia dan langit). 

Dibawah empat huruf itu terdapat beberapa baris huruf ketjil jang berbunji
seperti berikut:

Pada musim rontok tahun Kah-sin, aku tiba di-Tibet dengan niatan
mendaki puntjak Tjoe-hong*. Aku tertahan ditempat ini, tenagaku habis,
tak dapat kumadju lagi dan hampir-hampir kuhilang djiwa. Sekarang
baru aku jakin, bahwa tenaga manusia ada batasnja. Semendjak keluar
dari rumah perguruan, dengan sebatang pedang aku berkelana keberbagai
tempat tanpa menemui tandingan. Aku menduga, bahwa dikolong langit
tiada pekerdjaan jang tidak bisa dilakukan
. Tapi sekarang, aku
menunduk dibawah Tjoe-hong, dengan ditertawai oleh awan-awan putih.
Manusia mudah ditakluki, tapi langit tak dapat diatasi. Hai!
Kenjataan ini adalah tjukup untuk membuat orang-orang gagah dikolong
langit menghela napas sambil mengusap-usap pedangnja!

Dibawah huruf-huruf itu terdapat tiga huruf: Leng Bwee Hong. Ia
adalah (kakek guru) Tong Siauw Lan dan Phang Eng. 

* * *

Ya, memang benar didunia ini banyak orang yang menyangka, apabila sudah bisa menundukkan lawannya atau meraih cita-citanya, maka Ia akan beranggapan bisa menaklukkan dunia yang luas ini. Padahal masih banyak didunia ini yang tidak dapat dijangkau oleh kekuatan, akal dan pikiran manusia itu sendiri.

Tokoh dalam cerita silat karangan Liang Yu Sheng ini, yaitu "Leng Bwee Hong" sangat terkenal akan kegagahannya dalam melawan kerajaan Bangsa Qing yang menjajah Negara Cina. Tetapi ia sangat mengakui bahwa dengan segenap kegagahan dan kekuatannya tetap tidak bisa menaklukkan Puncak Pegunungan Himalaya yang menjulang pongah seperti menggapai lagit…

Begitu juga dengan kehidupan kita di alam nyata, banyak seseorang yang telah lupa bila sudah memangku akan kedudukan, jabatan dan derajatnya yang tinggi. Mereka berpikir seolah-olah tidak ada yang bisa menghalanginya lagi, padahal mereka seharusnya meniru akan sifat dari Pendekar Leng Bwee Hong tersebut yang menerapkan Ilmu Padi, semakin berisi semakin menunduk.