Tampilkan postingan dengan label Bima. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bima. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2011

Wayang: Seni Budaya dan Imajinasi Anak Yang Terlupakan...

1303509061994091363
Kartun Wayang Indonesia


Ismail, anak pertamaku yang berusia empat tahun kalau mau tidur selalu minta ditemani, terkadang sama Mamanya atau juga sama saya sendiri. Menjelang tidur, ia selalu minta diceritakan dongeng atau kisah-kisah fable pengantar tidur.
Tapi pada suatu malam, ia tidak mau dibacakan dongeng lagi.
Ia berhenti untuk didongengkan Mamanya sebelum tidur.
"Ma, Iil ocen tiap alam mama celitain itu mlulu. Iil mau dicelitain jagoan cpidelmen cama dlagonbol".
(Mama, Ismail bosan setiap malam, mama cerita itu terus. Ismail mau diceritain jagoan Spiderman sama Dragon Ball).
Kata anakku dengan logat cadel sambil merengek, saat istriku hendak bercerita si Kancil yang cerdik.
Usut punya usut ternyata, siang hari saat ia bermain dengan teman-temannya, ia menonton film kartun Dragon Ball dan Spiderman.
Pantas saja...


* * *

Ia memaksa Mamanya untuk menceritakan dongeng tentang Son Go Ku, tokoh utama dalam serial Dragon Ball. Karuan saja istri saya jadi kelimpungan, sebab istri saya sama sekali tidak tahu tentang film kartun Dragon Ball, hanya sedikit mengenal Spiderman. Itu pun karena ia pernah menonton sekali di bioskop saat kami masih pacaran dulu.
Akhirnya, sayalah yang menggantikan sang istri untuk mendongengkan si kecil ini.
Sebelum memulai cerita, pikiran saya terbayang kenapa harus mendongengkan kisah dari luar negeri. Kenapa tidak dalam negeri saja?
Karena gawat kalau anak seusia itu sudah dicekoki budaya dari luar, nantinya setelah dewasa bisa-bisa menjadi asing pada budayanya sendiri. Lagipula Dragon Ball dan Spiderman tidak baik untuk dikonsumsi anak sekecil itu, sebab banyak adegan kekerasan seperti membanting dan membunuh lawannya.



13035093832032171057
Gatot Kaca, tidak kalah hebat dengan tokoh Kartun Mancanegara



Hmm.
Sambil memutar otak, saya menemukan ide untuk bercerita tentang wayang.
"Mail, Papah akan dongengin kamu kisah jagoan yang luar biasa hebat"
"Ga mau, Iil pengennya cama dlagonbol cama cpidelmen..."
"Eh, jangan salah. Yang mau papah ceritain ini lebih kuat dari Son Goku atau Spiderman. Malah kalau dibandingkan, lucuan ini". Ujarku merayu.
"api, jagoan yang papa clitain kuat ga? Kalo tadi iil liat felem dlagonbol bica telbang, dah gitu punya julus kamekamekame buat ngalain musuhnya"
"Yaaah, itu sih kecil. Jagoan Papa ini bisa terbang, bisa memanah, bisa ngeluarin jurus yang ada sinarnya, dah gitu bisa..." Ujarku sambil memancing Ismail.
"Bica apa pa? ayo dong clitain bial iil dengel" sambar anakku penasaran. Kena deh, pikirku.
"Jagoan ini orangnya biasa saja, ramah, dan baik hati. Terutama sering menolong kepada yang lemah. Tapi dia tidak suka dengan orang nakal, apalagi kalau yang jahat akan segera dikalahkan supaya tobat dan tidak berbuat jahat lagi."
"Tlus, kalo iil olang jaat apa baik pa?" Ujar anakku bertanya.
"Ismail itu anak Papah dan Mama yang baik, juga tidak nakal. Makanya dengarin Papa cerita ya, kalau sudah selesai Ismail harus tidur." Ucapku sembari melirik istriku yang tersenyum disamping Ismail.
"ya pa..." Jawab Ismail.


* * *


1303509273232845409
Tokoh Punakawan Asli Indonesia: Semar, Petruk, Gareng dan Bagong



Kemudian saya bercerita mulai dari Gatot Kaca, Arjuna, Wisanggeni, tak lupa saya selingi dengan tokoh-tokoh lucu Punakawan seperti Semar, Petruk, Gareng dan Bagong. Supaya ia semakin tertarik pada cerita wayang.
Dan ketika saya menoleh, Ismail sudah terlelap pulas.
Selesai tugas saya malam ini untuk mendongeng pada anak saya, tinggal mengumpulkan ide buat malam besok dan selanjutnya.
Rencana saya akan menuturkan kisah Malin Kundang, Si Pitung, Loro Jonggrang, Si Unyil dan Pak Raden, serta cerita lainnya yang berasal dari Indonesia. Agar imajinasi anak saya tetap berkembang seukuran usianya. Dan supaya  tidak lupa akan Adat, Budayanya sendiri dari derasnya cerita-cerita yang masuk dari luar negeri.


Hari ini, sudahkah Anda mendongeng untuk Anak?

* * *



Bersambung...

* * * * Choirul Huda * * * *
___________________________________________________________________
 
Sumber Artikel: kompasiana.com/roelly87; Wayang: Seni Budaya dan Imajinasi Anak Yang Terlupakan...

 
Sumber Foto: Google Images (3)
___________________________________________________________________

Tulisan terkait:

- Terima kasih Bapak dan Ibu Dosen, untuk Ilmu yang kalian berikan...








* * * Created By: http://roelly87.blogspot.com/ * * *

Kamis, 10 Maret 2011

Invasi Tokoh Komik ke Dunia Wayang (I)

Prolog

Arjuna hanya bisa terdiam tak menyangka, saat serangan terakhir Son Goku menembus tubuh besar Bima, kakaknya nomor dua hingga terjerembab ke tanah... Bukan hanya itu, Gatot Kaca pun tak kuasa menahan sedih dan haru melihat tubuh Ayahnya melayang tak berdaya. Begitu juga dengan Baladewa, salah satu tokoh wayang terkuat hanya bisa menatap tanpa daya. Duryodana, sang Raja Hastinapura yang menjadi musuh abadi Bima ikut kaget melihat rival terbesarnya tewas.

Bezita, Spiderman, Joker Asterix serta Doraemon juga saling melirik dengan raut wajah kaku.

Hanya Sri Kresna yang diam tanpa ekspresi apapun...

Bima atau dikenal juga dengan Wrekudara 


* * *

"malam sebelum datang badai, langit terasa tenang"

Langit yang cerah di Negeri Dwarawati (Dwaraka), terasa damai dan tenang. Begitu juga dengan kehidupan rakyat dan para penghuni istana. Bahkan burung pun seolah seperti berbahagia menyambut datangnya hari panen.

Padahal saat ini Sri Kresna sedang bingung, karena sudah beberapa hari memikirkan sesuatu yang sangat mengusik batin. Entah kenapa juga dalam Kerajaan Dwaraka, Indraprhasta, Mandraka, dan juga Hastinapura terasa sangat damai dan sunyi. Begitu juga dengan Khayangan, tidak ada suatu peristiwa apapun. Dewa-Dewi disana terlihat santai, adem ayem serta bahagia.

Tapi inilah yang teramat mengusik pikiran Sri Kresna, ia berpikir keras ada apa gerangan sampai suasana menjadi tenang begini. Karena ia merasa justru ada yang sangat aneh dan firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu yang teramat buruk yang akan menimpa dunia wayang.

Akhirnya ia segera beranjak untuk semedi, meminta petunjuk dari Dewa agar dapat mengetahui apa penyebab semua ini.

* * *

Sementara itu di Jonggringsalaka terjadi perdebatan seru antara Batara Guru dengan Batara Narada, pemicunya adalah laporan dari Batara Surya tentang adanya titik yang datang sekilas mendekati alam khayangan ini. Tetapi setelah diperiksa oleh Batara Indra dan Batara Bayu, tidak ada satupun yang mencurigakan. Sementara itu, tak lama kemudian datanglah Wisanggeni dan Antasena, mereka adalah dua tokoh wayang terkuat (1) selain Antareja dan Baladewa. Mereka mengabarkan bahwa di khayangan Gondomayit, tempat Batara Kala bersemayam, terdapat sebuah benda aneh yang tidak diketehaui asal-usulnya. Karena setelah diperiksa sekitar tidak ada orangpun yang tampak

Hingga menjadi gemparlah seisi Khayangan, bagaimana tidak kaget kalau benda itu tiba-tiba melintas lewat Jonggringsalaka begitu saja. Tanpa diketahui seluruh Dewa yang berada tepat didepannya. Apalagi tempat asalnya benda aneh itu adalah Gondomayit, daerah gelap dimana Batara Kala berada!

* * *

Sang Hyang Antaboga, dewa ular penghuni dasar bumi, yang menjadi Mertua dari Bima sekaligus Kakek dari Antareja. Tiba-tiba terbangun, bukan karena mimpi ataupun ada tamu yang menghadap ke istananya. Tetapi ia merasakan ada seseuatu yang tidak beres diantara penghuni alam bawah tanah tersebut. Ia melihat, seolah-olah kawanan Ular dan binatang melata banyak yang sedang kebingungan juga tidak menentu.

Ia segera melakukan kontak batin dengan Batara Baruna, sang Dewa Samudera. Untuk menanyakan apakah merasakan hal yang sama tentang didasar laut. Ia juga segera memanggil Cucunya, yaitu Antareja untuk memberitahu Bima dan Pandawa lainnya tentang firasat takdir ini...

* * *

Sementara itu di Istana Indraprhasta, anggota Pandawa sedang memikirkan bagaimana caranya merebut kembali negara mereka yaitu Hastinapura dari tangan Kurawa. Mereka sudah melakukan banyak cara, agar perebutan negara tidak sampai terjadi pertumpahan darah. Tetapi Duryodana (Suyudana) tetap saja tidak mau berdamai apalagi memberikan separuh hak tanah milik Pandawa, barang sejengkal pun. Meskipun sudah diberikan nasihat dari banyak orang, terutama Bisma dan Widura. Tetapi hasilnya tetap saja nihil...

Sampai akhirnya mereka melakukan langkah terakhir, yaitu akan mengutus Sri Kresna ke istana Hastinapura untuk berunding dengan Kurawa dan terutama dengan Patih Sengkuni yang licik itu.

* * *
Bersambung.



___________________________________________________________
Maaf, cerita ini hanya Fiktif belaka! Nama dan Peristiwa serta kejadian hanyalah karangan Penulis.
Cerita ini dibuat untuk menyemangatkan Generasi Penerus, agar tidak melupakan tokoh Wayang Asli dari Indonesia dibandingkan dengan tokoh Kartun dari Amerika, Eropa serta Jepang...

Sumber Nama Tokoh, Tempat dan Kejadian: Wayang Versi Jawa
Sumber Cerita Wayang: Wikipedia
Sumber Foto: Wikipedia dan Google
____________________________________________________________


(1) Menurut beberapa versi yang saya tahu, tokoh wayang terkuat adalah Antasena, Antareja, Wisanggeni dan Baladewa. Mereka tidak ikut berperan ketika perang Baratayudha terjadi. Karena siasat oleh Sri Kresna.