Prolog
Arjuna hanya bisa terdiam tak menyangka, saat serangan terakhir Son Goku menembus tubuh besar Bima, kakaknya nomor dua hingga terjerembab ke tanah... Bukan hanya itu, Gatot Kaca pun tak kuasa menahan sedih dan haru melihat tubuh Ayahnya melayang tak berdaya. Begitu juga dengan Baladewa, salah satu tokoh wayang terkuat hanya bisa menatap tanpa daya. Duryodana, sang Raja Hastinapura yang menjadi musuh abadi Bima ikut kaget melihat rival terbesarnya tewas.
Bezita, Spiderman, Joker Asterix serta Doraemon juga saling melirik dengan raut wajah kaku.
Hanya Sri Kresna yang diam tanpa ekspresi apapun...
Bima atau dikenal juga dengan Wrekudara |
* * *
"malam sebelum datang badai, langit terasa tenang"
Langit yang cerah di Negeri Dwarawati (Dwaraka), terasa damai dan tenang. Begitu juga dengan kehidupan rakyat dan para penghuni istana. Bahkan burung pun seolah seperti berbahagia menyambut datangnya hari panen.
Padahal saat ini Sri Kresna sedang bingung, karena sudah beberapa hari memikirkan sesuatu yang sangat mengusik batin. Entah kenapa juga dalam Kerajaan Dwaraka, Indraprhasta, Mandraka, dan juga Hastinapura terasa sangat damai dan sunyi. Begitu juga dengan Khayangan, tidak ada suatu peristiwa apapun. Dewa-Dewi disana terlihat santai, adem ayem serta bahagia.
Padahal saat ini Sri Kresna sedang bingung, karena sudah beberapa hari memikirkan sesuatu yang sangat mengusik batin. Entah kenapa juga dalam Kerajaan Dwaraka, Indraprhasta, Mandraka, dan juga Hastinapura terasa sangat damai dan sunyi. Begitu juga dengan Khayangan, tidak ada suatu peristiwa apapun. Dewa-Dewi disana terlihat santai, adem ayem serta bahagia.
Tapi inilah yang teramat mengusik pikiran Sri Kresna, ia berpikir keras ada apa gerangan sampai suasana menjadi tenang begini. Karena ia merasa justru ada yang sangat aneh dan firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu yang teramat buruk yang akan menimpa dunia wayang.
Akhirnya ia segera beranjak untuk semedi, meminta petunjuk dari Dewa agar dapat mengetahui apa penyebab semua ini.
* * *
Sementara itu di Jonggringsalaka terjadi perdebatan seru antara Batara Guru dengan Batara Narada, pemicunya adalah laporan dari Batara Surya tentang adanya titik yang datang sekilas mendekati alam khayangan ini. Tetapi setelah diperiksa oleh Batara Indra dan Batara Bayu, tidak ada satupun yang mencurigakan. Sementara itu, tak lama kemudian datanglah Wisanggeni dan Antasena, mereka adalah dua tokoh wayang terkuat (1) selain Antareja dan Baladewa. Mereka mengabarkan bahwa di khayangan Gondomayit, tempat Batara Kala bersemayam, terdapat sebuah benda aneh yang tidak diketehaui asal-usulnya. Karena setelah diperiksa sekitar tidak ada orangpun yang tampak
Hingga menjadi gemparlah seisi Khayangan, bagaimana tidak kaget kalau benda itu tiba-tiba melintas lewat Jonggringsalaka begitu saja. Tanpa diketahui seluruh Dewa yang berada tepat didepannya. Apalagi tempat asalnya benda aneh itu adalah Gondomayit, daerah gelap dimana Batara Kala berada!
* * *
Sang Hyang Antaboga, dewa ular penghuni dasar bumi, yang menjadi Mertua dari Bima sekaligus Kakek dari Antareja. Tiba-tiba terbangun, bukan karena mimpi ataupun ada tamu yang menghadap ke istananya. Tetapi ia merasakan ada seseuatu yang tidak beres diantara penghuni alam bawah tanah tersebut. Ia melihat, seolah-olah kawanan Ular dan binatang melata banyak yang sedang kebingungan juga tidak menentu.
Ia segera melakukan kontak batin dengan Batara Baruna, sang Dewa Samudera. Untuk menanyakan apakah merasakan hal yang sama tentang didasar laut. Ia juga segera memanggil Cucunya, yaitu Antareja untuk memberitahu Bima dan Pandawa lainnya tentang firasat takdir ini...
* * *
Sementara itu di Istana Indraprhasta, anggota Pandawa sedang memikirkan bagaimana caranya merebut kembali negara mereka yaitu Hastinapura dari tangan Kurawa. Mereka sudah melakukan banyak cara, agar perebutan negara tidak sampai terjadi pertumpahan darah. Tetapi Duryodana (Suyudana) tetap saja tidak mau berdamai apalagi memberikan separuh hak tanah milik Pandawa, barang sejengkal pun. Meskipun sudah diberikan nasihat dari banyak orang, terutama Bisma dan Widura. Tetapi hasilnya tetap saja nihil...
Sampai akhirnya mereka melakukan langkah terakhir, yaitu akan mengutus Sri Kresna ke istana Hastinapura untuk berunding dengan Kurawa dan terutama dengan Patih Sengkuni yang licik itu.
* * *
Bersambung.___________________________________________________________
Maaf, cerita ini hanya Fiktif belaka! Nama dan Peristiwa serta kejadian hanyalah karangan Penulis.
Cerita ini dibuat untuk menyemangatkan Generasi Penerus, agar tidak melupakan tokoh Wayang Asli dari Indonesia dibandingkan dengan tokoh Kartun dari Amerika, Eropa serta Jepang...
Sumber Nama Tokoh, Tempat dan Kejadian: Wayang Versi Jawa
Sumber Cerita Wayang: Wikipedia
Sumber Foto: Wikipedia dan Google
____________________________________________________________
(1) Menurut beberapa versi yang saya tahu, tokoh wayang terkuat adalah Antasena, Antareja, Wisanggeni dan Baladewa. Mereka tidak ikut berperan ketika perang Baratayudha terjadi. Karena siasat oleh Sri Kresna.
Sangat Imajinatif.
BalasHapusLanjutkan Bang...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuskula nuwun.. kalau menurut crita wayang yang saya pahamisebenarnya antasena antarejo..wisangeni, baladewa sewaktu bratayuda tidak ikut perang karena tidak ada musuhnya..sewaktu kresna ke khayangan menghadap batara guru dan narada.. kresna meminta yang namanya kitab jitapsara padahal Waktu itu sedang ada sebuah rapat di khayangan yang akan menulis nasib peperangan bratayudha sebelum selesai dalam melengkapi kitab jitapsara kresna memintanya padahal disitu belum tertuliskan siapa yang akan menjadi lawan Antasena, Antareja, Wisanggeni dan Baladewa. kang coba cari cerita kresna gugah deh pokonya. kitab jitapsoro itu kaya kitab nasib atau suratan takdir gitu.... baladewa itu sebelum perang bratayudha disuruh bertapa di gerojogan sewu karena baladewa punya kesalahan pada werkudara. agak panjang sih mas critane. sebetulnya baladewa disuruh bertapa karena kresna tau kalau baladewa yang tidak lain adalah kakanya itu tidak punya musuh dan kresna khawatir baladewa mati sia2. kalau yang saya rasakan kresna sangat sayang dengan baladewa makanya kresna merekadaya agar baladewa bisa jauh dari perang. baladewa diberi pesan agar tidak selesai bertapa sebelum grojogan sewu berubah menjadi merah..yang tidak lain air menjadi merah karena brathayudha suda terjadi dan memakan banyak korban dan bersimbah darah.. setelah itu dst dst... capek hehehehe
BalasHapusTerima kasih untuk komentarnya, Bang.
BalasHapusSaya juga kurang begitu jelas, maklum banyak carangan/ versi yang berkembang.
Saya menyitir kisah ini dari lakon Surakarta dan Yogyakarta.
Tapi, kisah Wayang memang sangat menarik dan inspiratif.
* * *
Terima kasih, dan mohon maaf telat membalasnya.
^_^
minta yg keduanya dong
BalasHapusmudah di mengerti info info nya
BalasHapusterimkasih gan