Tampilkan postingan dengan label Pendekar Rajawali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendekar Rajawali. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 April 2011

Tujuh Pendekar Tangguh Dalam Dunia Persilatan


Ah, gara-gara ga bisa tidur mau nonton bola final Copa Del Rey, antara Real Madrid versus Barcelona. Jadi kepikiran tentang cerita silat, Mumpung masih jam 00:05 bola mainnya masih sekitar dua jam lagi, Saya iseng-iseng berselancar bertanya kepada Mbah Google. Saat itu saya tidak sengaja mengetik kata kunci Yo Ko, akhirnya ketemu deh ke deretan hasil yang banyak memuat tentang Sang Pendekar Tangan Buntung itu. Saya kunjungi satu persatu, mulai dari Kaskus, Detik Forum, dan Milis Yahoo untuk melihat artikel tentang Yo Ko (di Kompasiana tidak ada yang membahas ini, kenapa ya?)

Akhirnya, sembari membunuh waktu iseng-iseng saya menulis tentang Pendekar-pendekar tangguh di dunia persilatan, tapi hanya versi Chin Yung. Untuk ciptaan Liang Yu-Sheng dan Khu Lung, dan Kho Ping-Hoo akan saya tulis berikutnya.

Buku Terbitan Gramedia, Foto Koleksi Pribadi

* * *

1. Kwee Ceng 

Kwee Ceng adalah tokoh rekaan Chin Yung paling terkenal diantara tokoh-tokoh lainnya. Biasanya tokoh utama dalam serial silat digambarkan sebagai Pendekaar yang cerdas dan pintar, seperti Yo Ko, Lenghou Tiong maupun Wei Siao-Po. Tapi lain halnya dengan Kwee Ceng, ia bukanlah orang yang cerdas. Malah bisa dibilang sangat bodoh, dan kemampuannya dalam memahami sesuatu sangat lamban, berbeda dengan istrinya, Oey Yong yang memiliki kecerdasan luar biasa.

Tapi itu tidak menghalanginya untuk menjadi pendekar yang tangguh. Bahkan ia selalu berusaha sekuat mungkin dalam melakukan sesuatu. Ia pula yang akhirnya menjadi pahlawan dari Dinasti Song, dengan mati-matian mempertahankan Benteng Siangyang dari serangan Mongol.

Sudah begitu, ia adalah orang yang sangat loyal dalam membela Negara. Ketika ia ditawarkan oleh Jenghis Khan untuk menjadi Raja muda apabila bersedia menyerang Song. Dengan tegas ia menolaknya, yang mengakibatkan Ibunya bunuh diri. Padahal ia dilahirkan dalam di Negara Mongol dan mendapatkan gelar Jendral Penakluk Barat. Tapi demi cintanya pada tanah air, ia rela untuk tidak menyandang gelar atau pangkat apapun dari Jenghis Khan.

Ia mempunyai banyak Guru, yaitu:

-          Kanglam Chit Koay (Tujuh Pendekar Aneh dari kota Kanglam)
-          Jebe (Pendekar Ahli Memanah dari Negara Mongol)
-          Ma Giok (Murid Kepala dari Coan Cin Pay)
-          Ang Cit-Kong (Pengemis Utara)
-          Chiu Phek-Thong (Bocah tua nakal)


Ilmunya yang paling hebat dan terkenal adalah:

-          Hang Liong Sip Pat Ciang, diturunkan oleh Ang Cit-Kong. (ini adalah Jurus yang paling saya suka, sangat bertenanga dan Khas seorang Pendekar...
-          Kiu Im Cin Keng
-          Khong Beng-Kun, ilmu kepalan kedua tangan. Dipelajari dari Chiu Phek-Thong
Tah Kauw Pang-Hoat, Jurus Tongkat Pemukul Anjing...

Ia adalah contoh teladan dari seorang yang bodoh, tapi tidak pernah menyerah pada keadaan. Dan juga ia selalu belajar dari Pengalamannya, hingga akhirnya menjadi seorang Pendekar yang sangat dikagumi sepanjang sejarah.

Sudah begitu, loyalitasnya terhadap Negara tidak dapat diragukan lagi. Selama hidup, sebagian besar dihabiskan untuk mempertahankan benteng Siangyang dari serbuan Mongol. Dan ia tewas bunuh diri saat Mongol menyerbu secara besar-besaran.

Kisahnya, bersambung dalam "Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga" 

* * *

Oey Yok Su - meniup seruling


2. Oey Yok Su

Dijuluki sebagai Sesat Timur, dan merupakan pendekar paling cerdas di zamannya melebihi pendekar lainnya. Bersama dengan Auw Yang Hong, Ang Cit Kong, It Teng,dan Ong Tiong-Yang, mereka bahu membahu memperebutkan kitab Kiu Im Cin Keng sekaligus gelar pendekar terhebat di dunia.

Meskipun ia kalah, dan yang memenangkannya adalah Ong Tiong Yang. Tetapi itu bukanlah kekalahan yang telak, karena usia mereka terpaut jauh, hampir dua kali lipat (menurut versi novel). Lagipula Ong Tiong Yang sangat mengagumi kecerdasannya, (seperti diceritakan dalam (Rajawali Sakti dan Pasangan Pendekar).

Ia juga seorang yang sangat aneh, dan tidak menyukai aturan-aturan dan norma adat yang berlaku pada masa itu. apa yang orang lain lakukan ia sangat membencinya, tetapi apa yang orang lain anggap tabu, ia malah menyukainya. Ia menyendiri dalam suatu pulau diseberang lautan, yang disebut pulau persik.

Jurus-jurusnya yang hebat dan terkenal antara lain adalah Tan Ci Sin Tiong, atau Jurus Jentikkan Jari Sakti adalah salah satu jurus terhebat dalam dunia persilatan. Setara dengan Kap Mo Kang dari Auw Yang-Hong, It Yang Ci dari It Teng, Hang Liong Sip Pat Ciang dari Ang Cit Kong dan Ilmu dari pendiri Coan Cin, Ong Tiong-Yang.

Dalam episode terakhir Rajawali Sakti dan Pasangan Pendekar, Oey Yok Su turut serta untuk membantu menyelamatkan dinasti Song dengan formasi 28 bintang.

Saya pribadi sangat mengagumi karakter Oey Yok Su, dapat dilihat dalam Tulisan ini.



Tokoh-tokoh dalam film LOTCH

* * *

Bersambung...

* * * * Choirul Huda * * * *
__________________________________________________________________

Tulisan ini mengingatkanku pada kenangan saat-saat terindah dahulu, bersama...

Foto: Google Images, Wikipedia/en
__________________________________________________________________

Tulisan Terkait:


- Kwee Ceng, Yo Ko, dan Lenghou Tiong: Siapa Yang Lebih Populer?

- Chin Yung, Tokoh Penulis Novel Silat Terbesar Abad ini











* * * By: roelly87.blogspot.com * * *

Yo Ko: Pendekar Tangguh Yang Melankolis


Dalam cerita silat Mandarin, siapa yang tak kenal dengan Yo Ko?

Ia adalah salah satu tokoh silat ciptaan Chin Yung yang sangat terkenal di seluruh dunia. Bersama dengan tokoh utama lainnya Kwee Ceng, Lenghou Tiong, Thio Bu-ki, Wei Siao-po dan Siau Hong.

Yang membedakan antara Yo Ko dan pendekar silat lainnya adalah karena Kejeniusan, Kecerdikan serta akalnya yang sangat Licik. Mungkin diantara tokoh silat ciptaan Chin Yung lainnya, yang sanggup mengimbangi  kepintarannya adalah Oey Yong, istri dari Kwee Ceng sekaligus anak Sesat Timur Oey Yok Su.

Salah satu Adegan Yo Ko dengan Bibi Lung...


Padahal kalau ditilik dari riwayat hidupnya, sungguh tragis sekali. Semenjak kecil, ditinggal oleh kedua orang tua. Ayahnya, Yo Kang tewas akibat ulahnya sendiri ditangan “Racun Barat” Auw Yang-Hong. Sedangkan Ibunya, meninggal digigit ular berbisa saat Ia berumur 5 tahun. Kemudian ia sering diolok-olok 2 bersaudara Bu dan Kwee Siang. Dibuntungi sebelah tangannya oleh Kwee Siang, Dan yang terparah lagi adalah harus berpisah dengan Istri sekaligus Gurunya, Siauw Liong-lie selama 16 tahun lamanya…

Tetapi itulah yang membuat kisah tentangnya sangat menarik dan diminati hampir semua kalangan, baik itu rakyat jelata maupun pejabat. Yo Ko tidak pernah putus asa dalam menghadapi masalah, dan ia kalau sudah melakukan sesuatu tidak pernah tanggung-tanggung.

Seperti saat ia meninggalkan perguruan Coan Cin untuk masuk dalam perguruan Kuburan Kuno. Padahal pada zamannya, Perguruan Coan Cin atau Coan Cin Pay sangat terkenal dalam kalangan rimba persilatan. Dan pendirinya adalah Ong Tiong-Yang, tokoh terhebat yang mengalahkan empat Pendekar tangguh lainnya dalam Hoasan Lun-Kiam (Adu Pedang di Gunung Hoa*). Ia pun ikut bahu membahu membela negaranya dari Invasi Mongol ketika benteng Siangyang hendak digempur pasukan musuh. Bahkan ia akhirnya dapat membunuh Mongke Khan, Kaisar Mongol saat itu dengan ilmu menjentikkan jari…

Namun ada suatu misteri yang menyelimuti kalangan penggemar silat, yaitu tentang keberadaan Yo Ko disaat pasukan Mongol berhasil menyerbu benteng Siangyang. Saat itu dikabarkan, Kwee Ceng dan Oey Yong beserta Pendekar lainnya tewas saat menyelamatkan benteng (kecuali Kwee Siang*). Tetapi tidak diketemukan kabar tentang Yo Ko dan Siauw Liong-Lie. Dan menurut beberapa versi, diketahui bahwa sejak pertemuan terakhir di gunung Hoa, Yo Ko telah menutup diri dari yang namanya kehidupan dunia. Bersama Siauw Liong-Lie mungkin ia telah pergi menyendiri ke suatu tempat yang sepi untuk tidak lagi berkecimpung dalam dunia persilatan.

Dan itulah yang membuat perbedaan sifat antara Yo Ko dan lainnya.

Memang dalam penyerbuan benteng Siangyang ia ikut serta bahu membahu menyelamatkan kota dari serangan Mongol. Tapi itu bukan timbul karena jiwa nasionalisme darinya, melainkan berkat perasaan senang akibat pertemuan dengan Siauw Liong-Lie. Dan juga karena ia ingin membalaskan dendam kepada Kim Lun Hoa-Ong yang telah menyandera Kwee Siang.

Serta sewaktu muda, sifatnya yang sering berubah mengikuti emosi juga hampir menjerumuskan dia kedalam pasukan Mongol untuk menyerang negaranya sendiri. Karena dibayangi perasaan dendam akibat kematian Ayahnya oleh Kwee Ceng…

* * *

Meskipun begitu, Yo Ko tetaplah salah satu pendekar yang sangat dikagumi oleh lawan maupun kawan. Bahkan dalam salah satu kisah, digambarkan kalau Kubilai Khan sangat mengharapkan Yo Ko dapat bergabung dengan pasukannya untuk mengalahkan Dinasti Song.

Ia pun satu-satunya pendekar yang dapat menguasai lima aliran silat terhebat saat itu, yang kemudian dileburkan menjadi satu jurus tangguh hasil ciptaanya sendiri.

Dan di akhir cerita, dikisahkan bahwa ia menjadi salah satu Pendekar terhebat dalam dunia persilatan menggantikan Ayah angkatnya, Auw Yang-Hong, dengan gelar “Si Binal dari Barat”

* * *

Bersambung...

* * * * Choirul Huda * * * *
__________________________________________________________________

Tulisan ini mengingatkanku pada kenangan saat-saat terindah dahulu, bersama...

Foto: Google Images (Diperankan oleh Andy Lau dan Idy Chan, 1983)
__________________________________________________________________

Tulisan Terkait:


- Kisah Cinta Abadi antara Yo Ko - Siauw Liong Lie: (Penantian  Selama 18 Tahun)

- Yo Ko atau Lenghou Tiong, Pewaris Utama Pendekar Pedang Tanpa Tanding "Tokko Kiu Pai"?











* * * By: roelly87.blogspot.com * * *